Walaupun motor kita Cuma dipakai sebagai aktivitas harian, ada baiknya rutin melakukan balancing pelek motor setidaknya satu tahun sekali atau ketika sudah menginjak pemakaian 10.000 km.
Balancing ini bertujuan untuk menyeimbangkan kembali pelek supaya motor stabil dan tentunya nyaman untuk dikendarai. Kegiatan ini harus dilakukan untuk mengurangi gejala getar atau tidak stabil saat motor digeber dalam kecepatan tinggi. Kenapa begitu? Karena ketika motor dikendarai dalam kecepatan rendah dan sedang gejala pelek motor tidak lurus. Selain itu, kegiatan balancing juga bisa mencegah masalah ban habis atau botak sebelah dan motor oleng ketika dipakai dalam kecepatan tinggi.
Pelek motor yang harus rutin melakukan balancing adalah motor yang menggunakan pelek recing atau casting wheel (CW) ukuran lebar minimal 2.5 inci. Spesifikasi ini sesuai jenis motor yang banyak beredar di pasaran sekarang yaitu motor matic atau sport dengan besar cc 150 ke atas. Hal in bisa terjadi karena profil ban yang digunakan lebih tipis dari lebar peleknya.
Indonesia Motorcycle Show (IMOS) selalu menjadi ajang launching sepeda motor baru dengan teknologi terbaru serta pengenalan berbagai macam aksesoris dan pelengkap berkendara motor. Pameran motor yang diselenggarakan oleh AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor) selalu menghadirkan suasana baru yang pastinya selalu mengajak pengunjung untuk melihat berbagai macam motor impian dengan tetap mengedepankan keselamatan berkendara dalam situasi pandemi Covid-19 ini. Terus jaga jarak dan safety riding ya bikers!



