Kebanyakan dari kita membiarkan saja ketika motor mengalami kerusakan sokbreker. Ketika sokbreker bermasalah atau rusak motor tetap dipakai berkendara. Ternyata kebiasaan ini tidak baik untuk kesehatan motor walaupun fungsi utama sokbreker adalah meredam guncangan selama berkendara.
Penyebab rusaknya sokbreker adalah pengendara secara tidak sadar sering menghantam jalan rusak dan polisi tidur. Selain itu motor yang sering mengangkut beban berlebihan juga membuat sokbreker cepat rusak. Cara berkendara seperti ini sangat mudah merusak sokbreker karena shock mentok dan sealnya bergeser sehingga oli keluar.
Sokbreker yang rusak nyatanya bisa mempengaruhi keawetan berbagai macam komponen motor. Sebut saja bagian kaki-kaki motor menjadi part awal proses kerusakan terjadi. Pada hakikatnya sokbreker memiliki fungsi untuk meredam goncangan supaya motor stabil dan tetap nyaman dalam gonjangan. Sayangnya, apabila sokbreker rusak pengendara tidak dapat merasakan hal ini karena kerusakan bisa merembet ke pelek dan ban motor. Rembetan kerusakan ini terjadi di komponen bearing tengah pelek yang bekerja lebih keras kemudian rusak dan pecah. Gejala kerusakan sokbreker yang dibiarkan terlihat di ban motor yang habis tidak merata.
Sebaiknya pengendara langsung mengganti sokbreker bermasalah jangan hanya sekedar di servis karena mengakibatkan tidak presisi dan kembali bermasalah saat dipakai. Kalau dibiarkan aja motor akan semakin tidak nyaman dan kerusakan akan terus merambat.
Indonesia Motorcycle Show (IMOS) menjadi ajang launching sepeda motor baru dengan teknologi terbaru. Pameran motor yang diselenggarakan oleh AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor) selalu menghadirkan suasana baru yang pastinya selalu mengajak pengunjung untuk melihat berbagai macam motor impian dengan tetap mengedepankan keselamatan berkendara dalam situasi pandemi Covid-19 ini. Terus jaga jarak dan safety riding ya bikers!



