Helm merupakan atribut wajib yang harus digunakan oleh para pengendara motor selama berkendara. Namun dengan diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pasti helm yang biasanya dipakai setiap hari justru terbengkalai dan tidak jarang berdebu.
Untuk mengisi waktu dalam masa PSBB ini pengendara motor bisa melakukan perawatan helm secara mandiri karena perawatan ini tidak butuh sebuah keahlian khusus. Hanya ketelatenan dan niat yang paling dibutuhkan untuk melakukan kegiatan ini.
Berikut adalah beberapa cara singkat untuk membersihakan helm selama PSBB. Cara yang pertama adalah membersihkan bagian luar helm. Kaca luar helm adalah area yang paling mudah terlihat kusam karena kotoran debu dan air hujan. Kotoran ini bisa dibersihkan menggunakan kain serat halus (micro fiber) ditambah sampo atau sabun khusus perawatan helm. Membersihkan dengan kain serat halus dijamin dapat mencegah lecet ketika membersihkan. Jangan menggunakan cairan pembersih kaca untuk membersihkan visor helm karena kandungan amonia didalamnya bisa menurunkan tingakat kejernihan visor helm. Diwajibkan membersihkan bagian helm yang tidak terjangkau dengan kain misalnya ventilasi helm. Coton bud bisa dipakai membersihkan ventilasi pada helm supaya sirkulasi udara helm bebas dari kotoran.
Kedua, bagian tengah helm sebaiknya diberishkan dengan di lap menggunakan kain yang sama dengan bagian pertama. Apabila tidak mampu mengeringkan helm secara maksimal, lapisan tengah harus terhindar dari siraman air. Ketika terkena siraman air dengan pengeringan yang tidak maksimal kualitas daya redam sterofoam dan kekuatan perekat dapat menurun. Selain itu timbulnya jamur juga tidak terhindarkan apabila proses pengeringan tidak maksimal. Lalu jangan lupa lepas lapisan dalam portable helm kemudian rendam serta cuci dengan shampo khusus. Disarankan tidak menggunakan sikat ketika menggosok karena bisa merusak kain pelapis luarnya. Setelah kotoran hilang, bilas hingga hilang busa sabun lalu tepuk perlahan dan jemur di bawah matahari. Tidak disarankan menggunakan pengering atau pemanas bisa mengakibatkan kualitas busa helm rusak.
Ketiga, lapisan dalam permanen dibersihakan menggunakan air hangat dan shampo khusus. Setelah itu masukan helm dengan posisi sama saat digunakan (usahakan jangan sampai terbalik). Kemudian buka visor (tidak dilepas) lalu gunakan jari anda untuk menggosok lapisan dalam. Proses ini jangan dilakukan terlalu lama, setelah itu angkat helm dan bilas supaya tidak ada sisa shampo. Jangan lupa untuk menekan busa helm perlahan untuk menghilangkan air kemudian keringkan dengan dijemur.
Keempat, berikan pelumas (bisa menggunakan baby oil) bagian engsel tali helm dan visor helm supaya fungsi tetap maksimal. Berikan pelapis khusus helm supaya tetap berkilau dan terjaga kualiats cat helm. Pemakaian helmet liner atau dikenal juga dengan helmet cup bisa dijadikan opsi untuk mengurangi jumlah keringat yang terserap oleh lapisan dalam atau padding helm saat berkendara. Pemakaian ini berguna karena keringat dapat menimbulkan bau tidak sedap, munculnya jamur dan turunnya kualitas busa helm.
Setelah dicuci helm dimasukan ke dalam tas helm (pastikan sudah kering). Tips terakhir, helm yang telah digunakan jangan langsung dimasukkan ke dalam tas karena helm lembab akan menimbulkan bau tidak sedap dan dapat mengakibatkan jamur.
Nantikan kehadiran berbagai aksesoris motor seperti helm, jaket dan bermacam produk otomotif dari industri pendukung, di pameran sepeda motor Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2020, yang akan diadakan pada akhir tahun ini di Jakarta Convention Center (JCC).
Untuk info lebih lanjut seputar IMOS 2020, ikuti Instagram @imos_id dan kunjungi situs www.indonesiamotorcycleshow.id.



